Legoso.co

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

Twitter legoso.co

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Makna Budaya Gendongan Bayi

30x42_poster4

Melalui gendongan bayi, manusia mengenal cinta. Gendongan bayi membantu bayi bersandar pada dada dan punggung ibu dengan nyaman. Mencium harum dan merasakan suhu tubuh ibu, merasakan perlindungan dan memahami makna cintanya.

Selain memiliki makna kasih sayang yang esensial untuk mempererat hubungan ibu dan anak dengan fungsi melindungi, gendongan bayi memiliki kekayaan makna budaya. Di seluruh penjuru dunia, khususnya Asia, manusia menggunakan cara dan bentuk gendongan bayi yang berbeda-beda dan berkaitan erat dengan pola asuh anak.

Penggunaan keahlian membordir, menjahit dan pemberian manik-manik memperluas hiasan gendongan bayi, tak hanya menjadi ekspresi dari seni budaya, juga manifestasi konkrit ekspresi kultural dari pengharapan terhadap kesuburan, berkat, dan perlindungan.

Pameran Gendongan Bayi Fertil Barakat Ayom

Pameran “Fertil, Barakat, Ayom-Budaya Gendongan Bayi” (Fertility, Blessings and Protection- Cultures of Baby Carriers) di Museum Nasional, Jakarta, 20-29 Oktober 2017 merupakan kerjasama Museum Nasional Prasejarah-Taiwan (National Museum of Prehistory-Taiwan) bersama Studiohanafi dan Museum Nasional Indonesia. Pameran ini bagian dari tur internasional setelah diselenggarakan di Taiwan dan New York-AS.

Studiohanafi memvisualkan pameran dengan pendekatan etnografi dan membahasakannya dalam display kontemporer agar lebih dekat dengan publik saat ini. Sebanyak 27 karya koleksi gendongan bayi dari National Museum Of Prehistory (NMP) akan diboyong ke Indonesia bersanding dengan koleksi dari Museum Nasional Indonesia. Setiap karya berisi uraian makna dan filosofi gendongan bayi dari sejarah, makna pola, hingga cara menggendong.

“Salah satu metode yang selalu kami sertakan dalam program-program kesenian, khususnya pameran gendongan bayi ini tak bisa kami luputkan dari penelitian etnografi. Maka, jauh-jauh hari sebelum pameran ini dirancang seperti sekarang, kami dan pihak Taiwan melakukan kerja etnografi selama beberapa waktu di Taiwan” tutur Hanafi yang melakukan riset ke Taitung dan Taipei pada Agustus silam.

Melalui display kontemporer, Hanafi bersama Enrico Halim (Aikon) akan mendesain ruang pamer temporer Museum Nasional Indonesia menjadi bentuk rahim. Tak ada sudut yang tajam. Segalanya lembut, nyaman dan halus.

Pengunjung akan memasuki ruangan dengan lantai kayu yang mengambang. Melihat satu per satu koleksi gendongan bayi, foto, narasi teks budaya, dan video bersama iringan lagu pengantar bayi (lullaby). Ditambah, untuk memperkuat tema sebagai pameran etnografi, pada salah satu ruang akan berisi koleksi gendongan bayi dari Dayak-Kalimantan bersama sosok ibu yang menenun.

Selain gendongan bayi, pameran akan diisi oleh pendamping acara berupa seminar antropologi tentang gendongan bayi Asia dan pola asuh anak di suku-suku asli Indonesia dan Taiwan dengan tiga pembicara sebagai narasumber antropolog, yakni Dr. Tony  Rudyansjah, M.A. dan Dr. Dave Lumenta, Ph.D dari Universitas Indonesia, serta Chi-Shan Chang, Ph.D selaku Kurator dari National Museum of Prehistory- Taiwan.

“Kami tidak hanya ingin menampilkan pameran tapi juga pengetahuan kepada publik seni Indonesia dan menjalin hubungan yang lebih panjang dengan Taiwan melalui jalan kebudayaan” ungkap Hanafi.

Museum Nasional Prasejarah-Taiwan (NMP) menyambut baik tur pameran istimewa ke Indonesia berdasarkan misi pertukaran budaya. Gendongan bayi sebagai benda-benda buatan tangan yang amat halus secara bertahap menjadi warisan budaya yang tak ternilai harganya. NMP mengutamakan pilihan potongan-potongan yang sarat akan makna cinta serta berkah tentang kelahiran dan membesarkan anak, dan berharap bisa memberi gambaran dengan baik kepada para pengunjung di Museum Nasional, Indonesia.

Taiwan sebagai titik awal, pameran istimewa ini akan memungkinkan interaksi dan kolaborasi antara seni, budaya masyarakat, lembaga akademik antara Taiwan dan Indonesia. Tujuan pameran ini adalah untuk menyadarkan nilai universal tentang keadaan manusia, “Sejak tali pusar menopang sampai ke gendongan bayi,” tutur Chi-Shan Chang sebagai kurator National Museum of Prehistory-Taiwan.

Sumber: http://www.sarasvati.co.id/exhibition/10/makna-budaya-gendongan-bayi/

Iklan

Just Guyu…!!!

Legoso.co

Legoso.co

Mari kita tertawa bersama, namun apa yang perlu kita tertawai? Jika kita lihat di sekeliling kita ternyata banyak hal bisa kita tertawai. Hal yang ‘dilucu-lucukan’ memang sering terjadi di negeri yang kita cintai ini. Tapi apa daya, kita hanya bisa tertawa,  karena sudah seharusnya dan sudah ditakdirkan untuk menertawai diri sendiri.

Bukan terlalu ikut campur, karena saya hanya bisa tertawa. Tapi lihat apa yang terjadi di negeri ini, belum lama ini menteri pemuda dan olah raga kita mengundurkan diri karena ditetapkan menjadi tersangka sebuah kasus korupsi. (lebih…)

Refleksi “Memento Mori”

Legoso.co

Legoso.co

Selembut doa-doa pagi yang rutin telah kucecap semua rasa di tahun 2012. Banyak pergulatan baik pikiran emosi dan tenaga. Tapi aku merasa ada yang kurang dan harus ada kenangan yang dihilangkan walau sulit untuk dilupakan. Ah, ini Cuma racauan aku saja, ada yang lebih penting dari semua hal ini.

Sudah tahun 2013, setiap orang berfikir dan berharap dengan resolusinya. Ketika aku berefleksi memang di tahun kemarin aku banyak menyia-nyiakan waktu, dan waktu begitu cepat berlalu. Lalu apa resolusi yang aku buat? Pertanyaan mendasar pada setiap jiwa manusia yang menginginkan kehidupan lebih baik. (lebih…)

Kita dan Riwayat Banjir di Jakarta

Gambar: Merdeka.com

Banjir di depan gedung BCA Sudirman mencapai 80cm
Gambar: Merdeka.com

Banjir memang bukan hal asing bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Tiap musim penghujan, kedatangannya selalu diwaspadai. Terutama bagi yang tinggal dekat bantaran sungai. Namun yang terjadi di pertengahan Januari 2013 ini sungguh luar biasa. Meski belum dapat dipastikan sebagai puncaknya, banjir pada Kamis, (17/1/2013), telah melumpuhkan Ibukota selama sehari. Transportasi putus akibat ruas-ruas jalan, stasiun, dan rel kereta terendam. Pusat pertokoan, perkantoran, pemerintahan, bahkan Istana Negara tak luput dari genangan air.

Hingga Senin, (21/1/2013, kondisi belum sepenuhnya pilih. Tercatat 20 orang meninggal, disebabkan dampak langsung maupun tak langsung dari banjir. Sedangkan dunia usaha merugi milyaran rupiah. Gedung-gedung yang terendam masih berantakan, jalanan dan fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara posko-posko banjir tetap disiagakan.

Menilik ke belakang, peristiwa ini bukan yang pertama. Sebagaimana diberitakan Kompas, peneliti pada Program Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia,  Firdaus Ali menerangkan, banjir besar di Jakarta (Batavia) telah terjadi sejak 1895, dan hingga kini terus berulang. (lebih…)

Salah Kutip, BBC Hentikan Sementara Program Unggulannya

legoso.co

London-Jaringan berita Inggris BBC terpaksa menunda semua investigasi pada program unggulannya Newsnight setelah seorang politisi salah dikutip dalam Internet sebagai pelaku fedofil.

Jumat larut malam waktu Inggris, BBC terpaksa minta maaf telah menyiarkan tayangan investigatif Newsnight yang berulangkali menyebut seorang tokoh senior Partai Konservatif telah melecehkan seorang remaja yang tinggal di panti asuhan anak pada era 1970-an.

Kendati BBC tidak mengungkapkan nama sang politisi dalam laporan investigatif mingguannya itu, namun nama mantan pejabat Partai Konservatif, Alistair McAlpine telanjur luas disebut-sebut dalam jejaring sosial sebagai orang yang dimaksudkan BBC itu. (lebih…)

Blog Stats

  • 2,659 hits

Kalender

November 2017
S S R K J S M
« Okt    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930