Legoso.co

Beranda » Opini » Migrasi Realitas

Migrasi Realitas

Myspace Rainbow Text - http://www.myrainbowtext.com

Facebook Legosocom

popsci.com

Mungkin berlebihan dikatakan, suatu saat nanti Anda akan kesepian jika tak mau kompromi ikut bermigrasi ke dunia virtual. Tapi tak dapat disangkal, pesatnya laju teknologi internet dan elektronik telah membawa perubahan besar dan mendasar pada tatanan sosial budaya dalam skala global.

Bermacam cara praktis memanjakan hidup manusia memenuhi kebutuhannya. Belajar, belanja, bekerja, berkumpul, bergosip, diskusi, atau menjalin asmara kini bisa kapan dan dimana saja. Ruang dan waktu telah jebol.

Diungkapkan Yasraf Amar Piliang, manusia, sebelumnya, tak dapat mengalami dua realitas secara simultan dalam ruang dan waktu yang bersamaan. Kini, dengan teknologi realitas virtual, keterbatasan itu terpecahkan. Manusia bebas mengembara ke berbagai bentuk realitas tanpa batas. Bebas menciptakan narasi dan realitasnya sendiri, menentukan peran personal, menyusun citra, yang secara bersamaan membentuk eksistensi sosial. Penciptaan kebudayaan, yang pada masa lalu biasa diselimuti misteri, kini menjadi lebih demokratis dan terbuka.

Sejalan itu, realitas nyata dan maya mulai tak bisa dipisahkan. Persebaran ide, gagasan, isu, dan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, berlangsung sangat cepat. Secepat itu pula, pernyataan bahwa dunia virtual hanya menawarkan realitas semu dan palsu terkikis. Terbukti dengan sukses banyak gerakan, yang digalang melalui dunia maya. Sebut contoh gerakan Sejuta Koin Peduli Prita, Koin Sastra, Save KPK, dan terbaru gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi (ITD) dengan senam massal yang diikuti ribuan orang di Bundaran Hotel Indonesia sebagai acara puncaknya.

Kasus-kasus tersebut tak bisa dianggap remeh. Semua bukan kebetulan, tapi lebih karena nyata efektifnya transformasi ide, gagasan, pikiran, isu, dan ilmu pengetahuan via virtual. Tak heran, banyak media massa cetak beramai-ramai memperkokoh basis online-nya. Bahkan ada yang serta merta menghentikan produksi cetaknya untuk migari ke online. Contoh, Majalah Mingguan Newsweek, yang telah terbit cetak selama 80 tahun, baru-baru ini menyatakan berubah terbit online mulai tahun baru mendatang.

Tak hanya itu, seiring perkembangan perangkat gadget, buku pun mulai dipasarkan secara digital. Maka, bolehlah dibilang, ini lampu kuning bagi generasi sekarang, agar tak terbuai nostalgia indahnya mengunduh pengetahuan dan informasi lewat tulisan cetak. Walau di Indonesia, seperti diungkapkan Senior Editor Republika Penerbit, Iqbal Santosa, perpindahan peminat buku dan media cetak ke online belum sebesar di Eropa dan Amerika. “Sejauh ini, peminat buku cetak belum berkurang signifikan, sebagaimana diramalkan banyak orang.,” ungkap Iqbal dalam sebuah sharing seputar penerbitan buku bersama puluhan mahasiswa dan aktivis LPM Institut UIN Jakarta berapa pekan silam.

Iqbal menambahkan, untuk generasi 90an hingga 2000an awal, sepertinya masih nyaman dan belum terbiasa membaca buku di layar kaca. “Tapi kita juga mesti bersiap-siap menghadapi itu, sebab pesatnya perkembangan teknologi tak bisa diduga. Bisa jadi lima atau dua tahun lagi, bahkan setahun atau bulan depan, muncul teknologi yang benar-benar membuat orang nyaman untuk meninggalkan dunia cetak. Segalanya menjadi lebih cepat dan praktis,” jelas Iqbal.

Selain kecepatan dan kemerdekaan serta kebebasan memilih, menyuarakan, dan menjadi apapun, sesungguhnya masyarakat maya mudah untuk diarahkan dan digiring dalam satu tujuan isu tertentu. Tak sedikit orang mencurigai dunia virtual merupakan dunia, yang dengan mudah sekelompok tertentu, mengerahkan dukungan, massa, serta mempertahankan hegemoni politik, ekonomi, dan budaya. Membuat orang terhanyut dalam sebuah kontruksi realitas, yang belum tentu sama dengan realitas sebenarnya. Karena itu, gunakan kebebasan dan kemerdekaan  ini dengan penuh kesadaran. Jangan terbawa dan larut percaya pada sebuah informasi di satu portal berita. Sebab, kebohongan yang diulang-ulang, lama kelamaan akan diyakini sebagai kebenaran juga. Legoso.com hadir untuk mengingatkan, menyadarkan, menyentak, dan memberi alternatif informasi kepada Anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: